Perbedaan RAL dan RAK

Perbedaan ral dan rak pasti menjadi hal membingungkan buat kamu yang melakukan penelitian pertama kali. Hal ini karena Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kombinasi (RAK) memiliki karakteristiknya masing-masing untuk mendapatkan nilai pengkajian ilmiahnya.

Sebelum membuat bab pembahasan penelitian, alangkah baiknya kamu ketahui perbedaan RAL dan RAK untuk menentukan metode perhitungan yang cocok untuk penelitian kamu.


Yuk, simak perbedaan fungsinya disini agar tidak bingung lagi membedakan RAL dan RAK.

1. Rancangan Acak Lengkap (RAL)

a. Penggunaan Rancangan Acak Lengkap (RAL)

RAL digunakan pada percobaan yang memiliki satuan, bahan-bahan yang tidak dipengaruhi oleh faktor lain atau biasa disebut bersifat seragam (homogen)

Metode RAL biasanya digunakan pada percoban yang tempat, suhu, atau kondisi lingkungannya yang relatif sama.

Variable yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tidak dipengaruhi atau terkontrol secara signifikan pada kondisi lingkungan terhadap subjek penelitian. Artinya kondisi lingkungan atau faktor lain tidak mempengaruhi variable percobaan yang digunakan atau kondisi lingkungan luar media penelitian cenderung statis. Sehingga perlakuannya harus homogen.

Misalkan objek perlakuan X1 disimpan pada suhu 29oC, ruangan terang, dan media ukuran 2 m3. Maka pada objek perlakuan X2 pun harus sama dengan perlakuan X1.

Contoh: percobaan yang dilakukan di laboratorium yang kemungkinan terjadinya perubahaan suhu atau kondisi lingkungannya rendah.

b. Syarat penggunaan RAL:

  1. Semua keadaan dan kondisi meda percobaan harus seragam atau homogen
  2. Penempatan posisi percobaan dilakukan secara acak lengkap, untuk meminimalisir bias percobaan
  3. Hanya menggunakan 1 faktor dan taraf faktor lainnya yang nilainya kualitatif atau kuantitatif

c. Rumus Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Pada RAL semua perlakuan dianggap sama atau homogen, sehingga faktor luar tidak diperhitungkan terhadap perolehan nilai uji, sehingga menggunakan rumus berikut

Yijk = μ + τi + εij
Yijk = nilai pengamatan pada perlakuan ke-i & ulangan ke-j
μ = nilai tengah umum
τi = pengaruh perlakuan ke-i
εij = galat percobaan pada perlakuan ke-i & ulangan ke-j

2. Rancangan Acak Kelompok (RAK)

a. Penggunaan Rancangan Acak Kelompok (RAK)

RAK digunakan pada percobaan yang pada sebagian perlakuan atau setiap perlakuan memiliki kondisi lingkungan atau keadaan yang berbeda-beda.

Misalkan pada RAL dilakukan pada 1 ruangan atau tempat yang sama, sedangkan pada RAK dilakukan pada tempat yang berbeda-beda, baik sebagian maupun seluruh objek.

Karena faktor penggunaan tempat berbeda-beda tersebutlah memiliki intervensi perubahan pada variable pokok uji yang besar. Sehingga perlakuan pada objek penelitiannya tidak bersifat homogen, atau disebut heterogen.

Penggunaan RAK pada percobaan heterogen tersebut bertujuan untuk memperkecil nilai galat dan membuat keragaman dari percobaan yang dilakukan sehingga mendapatkan nilai uji yang bisa dianalisis dan mendekati tingkat kepercayaan tinggi.

Contoh: Pengamatan pertumbuhan pohon cengkeh pada daerah pegunungan dan pesisir pantai. Dari perlakuaan tersebut memiliki kondisi yang berbeda, sehingga tidak homogen lagi dan perlu menggunakan RAK.

b. Syarat penggunaan RAK:

  1. Terdapat sebagian atau seluruh objek pecobaan pada kondisi lingkungan yang berbeda-beda
  2. Memiliki variable uji yang sama dan mendekati

c. Rumus Rancangan Acak Kelompok (RAK)

Pada RAK pada sebagian objek uji memiliki perbedaan kondisi lingkungan, sehingga kondisi lingkungan tersebut berpotensi merubah variabel uji. Berikut rumus yang digunakan

Yij = μ + τi + βj + εij
Yij = nilai pengamatan pada perlakuan ke – i kelompok ke – j
μ = nilai tengah umum
τi = pengaruh perlakuan ke - i
βj = pengaruh kelompok ke - j
εij = galat percobaan pada perlakuan ke-i & kelompok ke-j
p = banyaknya perlakuan
r = banyaknya kelompok / ulangan